Adakalanya Lebih Baik Berkata “Untuk Saat Ini Tidak Suka”

Sebenernya ini sebuah kejadian yang sering tak alami di dalam kehidupan nyata, bukan kehidupan gaib yang kalian bayangkan, dimana mungkin saya pernah berkali – kali berkata pada temen, saudara bahkan mungkin musuh yaitu seperti “saya gak suka ini“, “aduh bener deh itu jelek“, dan “ini dan itu baru namanya barang bagus, gak seperti dia“. Perlu diperhatikan itu hanya contoh, kata – kata yang aslinya sengaja tidak diungkap untuk mejaga privasi—padahal sebenernya udah lupa apa yang dibilang dulu—.

Setelah berdetik – detik, bermenit – menit, berjam – jam dan seterusnya hingga bertahun – tahun saya mengucapkan kata seperti diatas, lalu kemudian sesuatu yang tidak dan memang sebenarnya tidak sesuai dengan perkataan terdahulu saya lakukan yaitu misalnya dulu “gak suka ini” sekarang malah melakukan kegiatan yang “suka ini“. Bukan masalah besar memang, namun terkadang temen – temen ada aja yang nyindir gitu, nyindirnya kayak begini “katanya gak suka, sekarang kok suka?”. Nyesek ditambah malu juga kan kalau dikata kayak gitu, serasa muka udah pengen dihilangin trus ditaruh di pantat aja biar gak kelihatan, kecuali untuk orang yang mukanya lebih tebel dari tembok rumah tetangga —kalau gak punya tetangga, berarti kalian sedikit beruntung—.

Untuk Saat Ini Tidak Suka

http://commons.wikimedia.org/wiki/File:I_don’t_like_that.jpg

Nah untuk menghindari hal – hal seperti itu adakalnya ubah kata – kata “saya tidak suka ini” dengan “sepertinya untuk saat ini saya tidak suka ini“, kenapa? Yosh ketika anda melakukan hal – hal yang berlawanan dengan ucapan tersebut, dengan gampang bisa ngebales “kan saya gak sukanya saat itu, untuk sekarang lain dong“. Bener kan ? Jadi tidak akan ada rasa malu yang datang, itupun kalau masih punya kemaluan, malah yang ngeledek itu bisa malu itupun kalau dia juga punya kemaluan :v.

Pada dasarnya menurut opini saya sepanjang hidup didunia ini, sesuatu itu akan bisa berubah termasuk hal – hal seperti diatas yang dulunya tidak suka, sekarang bisa suka. Orang yang pas kecilnya dekil, trus tiap hari diejek sama temennya. Pas besarnya belum tentu dia akan seperti itu lagi, bisa – bisa malah lebih bersih dari temen – temen yang dulu ngejek dia. Ya begitulah kalau hidup didunia, akan berputar – putar seperti roda, ntah kenapa kita pusingnya jarang – jarang. Sekali pusing, jugaan udah ada obat migren, kemungkinan sejam kemudian aja bisa reda.

Jadi kalau saran dari saya, janganlah terlalu membeci sesuatu itu berlebihan —dalam tanda kutip ya, kecuali sesuatu itu memang pantas sangat dibenci—. Karna suatu saat kemudian belum tentu kalian bakal ngebenci sesuatu tersebut, atau bahkan kalian bisa suka / dipaksa untuk terbiasa dengan sesuatu tersebut.

Akhirnya sampai pada akhir artikel, segitulah sedikit opini dari orang yang masih mempelajari hidupnya sendiri. Semoga bermanfaat untuk semua, terutama yang membaca ini. Kalau misalnya ada yang salah atau tidak pas dihati, bisa memberikan sebuah tanggapan lewat komen dibawah. Karna saya masih belajar, jadi kemungkinan untuk salahnya masih ada. Terimakasih.

  • Christina

    Yah kalau nggak suka tetapi sekarang suka, ya bilang aja suka..

    Lucu juga pas ada kata-kata : berputar-putar seperti roda tapi pusingnya jarang 😀

    • ya kalo temennya jail kadang dipake bahan ejekan, makanya tak isiin “adakalanya” jadi gak wajib kok 🙂

      makasi, kalo dibilang lucu & gak garing :v
      Oh iya makasi udah mapir di blog ini