Berkeliling Indonesia di Taman Nusa Bali

Setelah sebelumnya saya pernah membuat artikel rafting di toekad rafting. Tema jalan – jalan kali ini adalah mengunjungi tempat yang bisa dibilang miniaturnya Indonesia. TMII dong? bukan itu kan di Jakarta, yang ini di Bali, udah pada tahu atau pada belum tahu? namanya Taman Nusa. Lokasinya cukup jauh dari kota Denpasar apalagi dari Kuta, ya iyalah orang lokasinya di kabupaten Gianyar, lebih tepatnya di Jl. Taman Bali, Br. Blahpane Kelod, Desa Sidan. Gak tahu? cek google map deh ato langsung aja menuju websitenya http://taman-nusa.com.

Jalan – jalan kali ini saya bersama dengan 3 orang teman saya, 4 orang kalo dihitung sama saya. Kami memulai perjalanan sekitar jam 3 sore, kenapa sore? sudah tentu supaya tidak panas, tapi saat itu tetep aja sih panes.

Singkat cerita kita usah sampai di parkiran taman nusa, sudah tentu kita parkir motor dulu, kalau gak, pasti bakal di marahin sama satpamnya. Kita menuju ke bagian resepsionis untuk menukar tiketnya, oh iya saya lupa kalo harga tiketnya itu Rp. 80.000, tetapi karna temen saya ada yang bekerja di bagian travel yaitu di Kamar Murah jadi tiketnya dapet Rp. 70.000, lumayan hemat Rp. 10.000.

Akhirnya kita mulai memasuki area yang wajib dikunjungi. Pertama kita mengunjungi ruangan yang berisi lukisan – lukisan, dan karya seni lainnya. Yah disini cukup adem juga, setelah berpanas – panasan dijalan. Fotonya gak ada, maaf ya 🙂

Next kita memasuki terowongan berbatu – batu dimana pada ujungnya sampailah di miniatur borobudur. Berarti ini merupakan kedua kalinya saya ke borobudur, yang pertama memang aslinya dan yang kedua di miniaturnya :). Disini saya sempet mengabadikan momentnya.

Borobudur Taman Nusa

haha, saya yang pakai baju PSD itu 🙂

Taman Nusa Borobudur

Waduh, saya nyeker sendiri 🙂

Setelah melewati miniatur candi borobudur, kita akan mengunjungi banyak rumah tradisional daerah – daerah di Indonesia, kayaknya lengkap deh dari sabang sampai merauke. Selain rumah – rumah juga kadang ada beberapa barang kerajinan yang dipamerkan (kalian juga bisa beli, kalo itu dijual) dan beberapa pertunjukan traditional.

Tempatnya sebenarnya cukup asik, cuman beberapa ada yang agak gak enak dilihat, yaitu tanahnya kelihatan gersang, kalo menurut saya alangkah lebih baiknya tanah – tanah itu diisi dengan rumput biar kelihatan lebih hijau dan sejuk. Mungkin suatu saat bakal diisi kayaknya, mengingat taman nusa ini baru – baru berdiri, pasti lagi masa – masa pengembangannya.

Bali Taman Nusa

Ini salah satu rumah tradisionalnya, kalo gak salah ini rumah daerah kalimantan, tapi tepatnya saya lupa (tapi saya belum tua ya). Foto diatas ceritanya lg main kartu padahal cuma akting aja.

Oh iya kalo kalian lagi laper atau haus, disana ada seperti warung/ kantin gitu, jadi kalian bisa belanja disana. Nah kalo kisaran harga makanannya kurang tahu saya deh, maklum pas kesananya gak beli apa – apa alias cuma cuci mata aja :v (ketahuan dompetnya tipis)

Proklamasi Taman Nusa

Ketika mendekati akhir dari perjalanan di taman nusa, kita bakal menjumpai patung Gajah Mada, dan Bapak Proklamator kita, dan kebetulan saya juga mengabadikan momen ketika berada di patung Bapak Proklamator. Nanti kalau kalian sudah sampai di patung ini, berati kalian sudah hampir finish :).

Oh iya di deket- deket finish juga kalian akan menjumpai seperti artshop, jadi disana ada berbagai jenis kain tradisional dan wayang – wayang serta ada perpustakaan yang belum jadi, saya jadi penasaran itu perputakaan apa ya. Semoga nanti saat kembali kesana, perpustakaan itu sudah jadi dan keadaannya memang benar – benar berubah dari yang saat pertama saya kunjungi. Bukan berubah jadi power ranger, bukan juga berubah tambah jelek, tapi berubah jadi tambah bagus. Astungkara. 🙂

Untuk menutup artikel perjalanan kali ini, saya hadirkan foto yang terakhir.

Taman Nusa Bali

Terimakasih telah membaca cerita jalan – jalan saya kali ini, jika ada salah kata, mohon maaf ya :).