Haruskah Guru Itu Pintar ?

Kayaknya saya udah lama gak posting artikel di blog ini ya sejak terakhir posting tentang kebiasaan orang ketika lupa password sosial media, ya itu karna ada beberapa kesibukan yang tidak perlu diungkap misalnya tidur (eh kok dibilang).

Guru Pahlawan Tanpa Jasa

Pernahkan kalian sadar saat di sekolah guru yang mengajari anda sungguhlah pintar tetapi anda sangat sulit untuk mengerti dan memasukkan pelajaran yang dijelaskan oleh sang Guru ke dalam otak anda dan disimpan untuk waktu yang lama ? Atau mungkin sebaliknya guru yang sedikit bodoh malah anda dengan mudah untuk menerima dan menyipannya di otak anda, pelajaran yang Beliau jelaskan di depan kelas ?

Mungkin jawabannya ada yang pernah, ada yang tidak dan ada yang ngerasa gak tahu. Yah namanya manusia jawaban itu pasti ada berbagai jenis, sama seperti ras manusia di dunia ini *ops tapi kita gak ngomongin SARA lo. Kalau saya sih pernah sedikit ngalamin, dimana guru itu memang pintar, kenapa saya bilang pintar mulai ? karna dia pernah dapet predikat guru terbaik, pas ngajarnya juga menjelaskan sesuatu yang memang  luas, tidak hanya ada dibuku. Akan tetapi saya sama sekali tidak bisa menerima atau meresapi 100% apa yang dijelaskan, bukan karna saya lagi main – main dikelas saat pelajaran atapun sebagainya. Apakah faktor otak?

Mungkin faktor otak, mungkin juga faktor gurunya yang memang pintar tetapi dalam penyampaian pelajaran belum begitu expert atau bagus. Jadi disini saya mengambil kesimpulan.

Seorang guru itu tidak harus pintar pelajaran, yang penting pintar dalam menyampaikan

Bukan berarti gurunya boleh bodoh ya, gak gitu juga. Kalau gurunya bodoh mah apa yang mau dijelaskan, cara menjadi bodoh? teknik bodoh menjadi guru atau tips trik menjadi guru bodoh? udah gitu, pas jelasinnya baca slide aja. Paling gak dia wajib sedikit menguasai pelajaran yang akan diajarkannya itu.

Begitulah sedikit pemikiran saya tentang pekerjaan yang mulia yaitu sebagai Guru, mungkin jika ada yang kurang berkenaan di hati dan salah saya minta maaf.

 

Tags:,
  • Menurut saya memang yang membedakan antara seorang ilmuwan (orang yg berilmu) dan guru adalah kemampuannya dalam menyampaikan ilmu. Kalau katanya orang Jawa, guru itu “digugu lan ditiru” artinya orang yang bisa dipertanggung-jawabkan dan ditiru tindak-tanduknya.

    Ilmu akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Adalah kewajiban seorang manusia untuk memperdalam ilmu, baik itu oleh guru maupun murid. Alhasil, guru yang pintar akan sulit terwujud bila ia tidak mau menimba ilmu.