Kerumah Teman Itu Jangan Setiap Hari

Ini sedikit mengulas masa laluku, namun tak akan ku ulas secara detail hanya point – pointnya saja. Yap saya sempet sedikit bertengkar, bukan – bukan sepertinya jauh dibilang dari kata bertengkar mungkin marah – marahan kali ya, biar kelihatan lebih so sweat gitu. Ini merupakan salah satu teman baikku, bukan berati saya punya teman jahat juga, eh tapi ada sih.

Kita samarin aja namanya jadi windu ya –namaku sendiri tuh—. Windu ini rutin sebenarnya tidur siang, orangnya juga rajin. Tetapi semua berubah ketika saya mulai akrab dengannya dan sering dateng kerumahnya. Bukan sering tapi setiap hari selama tidak ada halangan. Sehabis pulang sekolah –> makan –> langsung deh meluncur kerumahnya. Tahukan apa yang terjadi ? Yap tentu dia gak dapet tidur siang.

Orang yang gak dapet istirahat, tentu emosinya bakal lain dengan orang yang segar bertenaga habis bangun dari tidur seharian. Nah dari situlah awal dari sebuah klimaks. Suatu ketika kita main ejek – ejekan tetapi ntah kenapa itu kondisi seperti memanas gitu dan sampai saya pun juga ikut memanas. Apalagi disana ada anak kecil juga, yah namanya anak kecil kalo nakal itu sudah biasa (tapi yang ini gak nakal banget), mereka juga ikut memperpanas suasana, yah karena kita emang pada dasarnya sering saling mengejek :v.

Berkunjung Rumah Teman

http://id.wikipedia.org/wiki/Jagatara_Oharu

Singkat cerita sejak saat itu aku jarang kerumahnya, bahkan mungkin bisa dibilang vakum. Dimana dulunya hampir setiap hari, kegiatan yang dilakukanpun cenderung monoton –> main PS –> sorenya main bola kalo gak gitu –> main HP, yap ketika itu baru – barunya aku punya hape 🙂 –> main bola. Sebenarnya aku belum sadar kenapa bisa terjadi klimaks seperti itu, dan setelah sekian detik, sekian hari sampai sekian bulan, kami mulai biasa lagi dan akupun mulai biasa juga kerumahnya.

Sejak saat itulah aku mulai mengerti bahwa, janganlah terlalu sering kerumah teman apalagi setiap hari terkecuali memang request dari dia dan tentu jika kita menyetujuinya juga. Karena mereka juga butuh waktu istirahat, butuh waktu tanpa kehadiran kita dan gak mungkin juga dia ngusir temennya yang dateng berkunjung. Teman akan tetap diterima namun dalam hati tidak ingin menerima, jadinya seperti tidak ikhlas gitu deh. Karena dasarnya dalam berteman itu kedua belah pihak musti untung, kalo salah satunya yang untung pastilah sedikit tidak harmonis, seperti kisah diatas tadi.

  • ganda

    benar bgt gan… temen gua dtg terus hampir 2 hari sekali, ampe gua “repot” dan “mengganggu” kalo gua nolak ya gitu deh mereka, gimana ya? ada saran?

    • hmmm, agak bingung juga…
      mungkin bisa dipikirin beberapa alasan biar dia gak dateng kerumah…
      tapi jeleknya kadang harus berbohong… #sesat