Ketika Uang Kecil Dibutuhkan

Terkadang anak muda termasuk aku (anak muda juga ya, belum tua) meremehkan uang kecil. Iya kadang gengsi bawa uang kecil. Maunya bawa lima puluh ribuan, seratus ribuan, minimal dua puluh ribuan, tapi sepuluh ribu boleh juga, ah lima ribu juga mau (ini gengsi apa doyan sih). Ya begitulah, mungkin karena sering dihina – hina bawa uang sribuan kali ya.

Uang Kecil Receh

source: antarafoto.com

Tapi sebenarnya gak 100% anak muda aja kok, kadang – kadang ada juga sih orang yang udah tua (dalam artian diatas orang muda) malu bawa uang kecil. Kenapa bisa gitu ??? Mungkin udah menjadi bahan ejekan kali ya dari dulu – dulunya sekali bahwa bawa uang kecil itu rendah, menurunkan harga diri, tidak bermartabat, tidak berpendidikan (kok mulai gak nyambung ya). Ya inilah suatu kebiasaan yang sudah melekat dan semoga tidak mendarah daging, tapi kalo dikasi daging mau dong, lumayan perkilo berapa sih ???

Nah ini aku ceritain yang pengalamanku pas lagi butuh uang kecil, eh bukan aku sih tapi bosku. Aku disuruh nukar uang sratusan dan lima puluhan untuk dipecahin jadi spuluh ribuan, dua puluh ribuan, dan dua ribuan. Tahu gak berapa uang yang dikasik ??? Tiga ratus ribu men, dimana lagi nyarik tukaran ni.

Pertama disuruh nyarik diwarung sebelah (bukan sebalah rumah kalian) sambil belanja jajan dikit, biar dikasik tukaran. Setelah belanja jajan yang sribuan trus bilang mau nukar uang, eh dia (si pemilik warung) bilang gak punya uang, tapi uang lima puluh ribuan tadi ada kembaliannya. Alasanya uang yang lain belum dihitung, jadi gak berani di utak – atik (gitu sih katanya). Jadinya gak dapet tukaran deh. Ya kembali ke kantor dengan tangan setengah kosong karena lagi setengahnya udah dapet tukaran.

Karena Si Bos butuh sekali uang kecil, akhirnya aku disuruh ke warung yang lain namun masih cukup dekat dari kantor, aku tanyak juga sama dari 3 warung dimana salah satunya warung nasi juga jawabannya “tidak ada”. Nyesek sekali, sampai sempet berfikir saat itu ini semua orang tega banget ya, gak mau nolong (perkiraan pasti gak pernah baca Pancasila).

Akhirnya aku pun kembali ke kantor dengan tanpa hasil sedikit pun, mungkin Si Bos punya usul tempat yang lain agar bisa tukar uang. Setelah melakukan perdebatan panjang sekitar 1 menitan, kami memutuskan untuk menukar uang di POM Bensin karena menurut kami gak mungkin kayaknya petugasnya nolak, orang dia bawa langsung uangnya biasanya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ke POM Bensin.

Dalam perjalan menuju ke POM Bensin dengan naik motor berwarna hitam, aku kepikiran “ah ntar kalo di POM Bensin bisanya kan yang jaga cowok, nanti takutnya aku malah di becandain lagi” dengan pemikiran yang negatif tentang pegawai POM Bensin, aku memutuskan untuk menggunakan cara itu sebagai jalan terakhir. Aku coba tukar uang di Circkle K aja dulu dah.

Kutemukan CK terdekat dan segera aku masuk tidak lupa beli 1 minuman yang murah meriah supaya bisa nukar uang begitu pesen Bosku tadi (kalo nukar itu belanja dulu baru biasanya dikasik). Pas di kasir aku tanyak mbak – mbaknya, bisa nukar gak disini ??? Mau tukar uang ??? Si Mbaknya tanyak balik trus tak jawab iya. Ntah kebetulan ??? Keberuntungan ??? Atau anugrah Tuhan ini Si Mbaknya bilang tukar di Bapak ini aja, ya Mbaknya nyuruh tukar uang dengan Bapak yang kebetulan ada di sampingku dan di depan kasir juga. Dimana Bapak ini kebetulan mau nukar uang kecil menjadi uang besar. Kebayang gak sih ini terjadi seketika dan kebetulan sekali. Dengan segera ku keluarkan uang tiga ratus ribu rupiah itu, namun sebelumnya aku bayar dulu minuman yang ku beli tadi.

Akhirnya uang tiga ratus tersebut sudah pecah menjadi beberapa uang kecil. Mungkin disini aku mengalami sebuah pepatah “Tuhan gak akan memberikan umatnya cobaan yang berat” ya Tuhan mempertemukanku dengan Bapak yang memang mencari uang besar untuk ditukar dengan uang kecilnya. Bagaimana ini bisa terjadi secara kebetulan. Inilah kenapa Tuhan selalu memberi jalan kepada umatnya asalkan mau berusaha. Terimakasih Tuhan !!!

  • Kita bakalan nyari uang kecil ketika dibutuhkan.
    Saya pun sering tuh seperti itu 😀
    Mau bayar parkiran, eh gak ada uang kecil.
    Alhasil mesti dipecahin dulu duitnya.
    Syukur2 tukang parkirnya baik, langsung disuruh jalan aja tanpa mesti bayar, hahaha 😆

    • ya untungnya tukang parkirnya baik,,temen saya ada dulu uang sratus pun dipecahin :v ngenes sekali itu

  • Pingback: Beli Bensin 10 Ribu - Windu Saputra()