Masa Kecil Memang Indah, Tapi Harus Siap Menjadi Dewasa

Masa kecil itu memang indah banget, gak dibeliin mainan –> nangis, gak dibeliin es crim –> nangis, gak digendong –> nangis, yah begitulah hanya dengan nangis kayaknya semuanya bakal bisa kita dapetin —tapi gak 100% juga sih—. Sehingga bisa diambil kesimpulan cukup punya skill nangis aja pas kecil udah bisa ngedapetin yang kita mau.

Selain itu kita juga sangat jarang merasa malu dan bersalah terhadap hal – hal yang dirasa malu dan salah oleh para orang dewasa, contohnya kalo orang dewasa bakal malu kalau telanjang di depan umum, nah kalo anak kecil ? yap dia bebas mengumbar apa yang sebenarnya memalukan bagi orang dewasa tanpa rasa malu. Begitu juga kalau berak dia gak bakal pernah merasa bersalah berak dimana – mana, ntah di tempat tidur, di muka ayahnya, di meja makan. Dan orang tua pun gak bakal memarahi, walaupun dalam hatinya juga marah dan mungkin berfikir seperti ini “sial ni anak untung ja masih anak kalo dah dewasa tak jitak baru tahu rasa”, bisa aja kan berfikirnya gitu, ya dibisain aja walaupun gak begitu juga kaleeee 🙂

Tapi baru masa kecil itu indah, kita gak seharusnya menyesal menjadi dewasa, walaupun pada kenyataannya menjadi dewasa tidak seindah saat masa kecil terdahulu. Kita memikirkan ini, memikirkan itu. Serba pusing terlalu banyak yang dipikirin. Tapi disitulah sebenarnya letak dari kedewasaan anda, jika bisa melewati beberapa pahitnya hidup maka tanpa disadari anda sudah melangkah ke arah perubahan. Bukan berubah jadi srigala.

Masa Kecil Dewasa

Sumber: Pendoasion

Karena perubahan – perubahan saat proses anda menjadi orang dewasa itulah yang nantinya akan menjadikan pondasi kuat dalam mengarungi kerasnya hidup ini. Siap tidak siap anda harus menjadi orang dewasa. Persiapkan diri kalian. Hidup keras bro 🙂

Sekian bacotan yang mungkin penting dari saya, terimakasih sudah disimak. Ada salah? saya mohon maaf :).