Melihat Monyet di Sangeh

Kita kembali lagi pada tulisanku yang mengupas tentang jalan – jalan ke salah satu objek wisata, kali ini yang saya kunjungi adalah “SANGEH”. Sudah pernah mendengar sangeh? mungkin ada yang belum dan ada yang tidak, *eh ngomong apaan ni. Mungkin sangeh tidak terlalu populer sampai keluar bali, karena ketika berkunjung kesana kebanyakan yang datang adalah wisatawan domestik. Yang dimana artinya dapat diambil kesimpulan sangeh cukup populer dikalangan domestik saja. Di Bali, menurut saya sangeh kalah populer dengan “Monkey Forest Ubud”.

Objek wisata sangeh ini terletak di desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Provinsi Bali. Sangeh bisa jadi alternatif untuk melihat sekumpulan monyet di Bali selain di Monkey Forest Ubud yang terkenal itu.

Nah ketika bulan desember lalu, lupa saya harinya antara setelah hari raya Galungan atau Kuningan (hari raya umat Hindu) yang pasti, saya pergi ke sangeh bersama seorang pacar adik. Daerahnya enak karena masih suasana desa. Nih penampakan baru masuk di objek wisatanya, cukup rame ya :).

Selamat Datang Sangeh

Nah sebelum saya melanjutkan cerita selanjutnya, harga tiket masuk ke sangeh sebesar 20 ribu, ntah itu untuk 2 orang atau semuanya saya lupa, tiketnya juga soalnya udah tak buang juga. Trus lagi seribu bayar parkir. Nah ini yang sedikit agak aneh menurut saya, udah bayar tiket masuk, isi bayar parkir pula. Yah tapi itu gak perlu dipermasalahkan. Oke mari kita telusuri jalan selanjutnya setelah melewati pintu masuk, sampailah pada akhirnya nanti kita akan menemukan sebuah patung besar. Patung tersebut adalah patung Kumbakarna yang digerayangi oleh monyet (gak enak ya, digerayangi cewek baru enak :v). Di depan patung sebenarnya enak juga untuk foto – foto, selain bersama monyet di sangeh.

Patung Kumbakarna Sangeh

Nah jika sudah melewati patung Kumbakarna, maka sampailah kita di pintu awal masuk hutan sangeh, nih saya sempet mengabadikan fotonya saat sebelum saya memasuki hutan sangeh, cukup rame dan seperti yang saya bilang sebelumnya hampir 99% wisatawan domestik dan saat itu saya melihat wisatawan mancanegara bisa dihitung dengan jari tangan, gak perlu isi jari kaki.

Objek Wisata Sangeh

Kalau kalian masuk lebih dalam maka akan melihat pura, tapi ini bukan pura satu – satunya di objek wisata sangeh ini, ada lagi. Akan tetapi saya tidak tahu nama – nama pura yang ada disini (lupa liat nama – namanya 🙂 ). Dibawah ini salah adalah puranya.

Keramaian Pura Sangeh

Kalau sudah melihat pura diatas, disebelah kanan (arah timurnya) akan ada jalan untuk menyusuri hutan, yuk kita mulai telusuri hutan sangeh ini. Dan disaat perjalanan, saya melihat seekor monyet, bukan seekor sih sebenernya ada yang lainnya, tapi pas di foto mereka malah pergi, jadi saya foto satu aja, yang kebetulan dia bawa botol Pulpy Orange, eitsss ini bukan acara iklan resmi lo :).

Monyet Sangeh Pegang Botol

Udah pada seneng liat saudaranya kan? Masih kurang? Nih gambarnya lagi satu, dia sedang makan kacang, tapi sayang kacanganya kurang jelas di fotonya ya :). Si monyet gak mau bagi – bagi dia, pelit banget.

Monyet Sangeh Makan

Saya juga sempet memfoto salah satu nama pohon di sangeh ini, disitu sih tertera namanya “PALA”, dengan nama latin yang sangat sulit saya baca dari foto. Rata – rata sih pohon di sangeh ini mirip pohon pala ini. Atau mungkin semua pohonnya adalah pohon pala, siapa tahu kan?

Pohon Pala Sangeh

Nah ini, saya kembali melihat sebuah pura, dan sempat saya ambil dari sisi depan, yang kebetulan ada orang yang ingin berfoto dengan monyet. FYI, disini ada jasa foto dengan monyet juga loh. Tapi saya tak tahu kisaran harganya, karena saya juga tidak ada rencana memakai jasanya, jadi gak enak juga kalo tanyak harganya :). Nanti tukang fotonya terasa di PHP-in.

Foto Pura Sangeh

Dan ini area di dalam puranya. Di atas atap bangunan yang terdapat di pura tersebut di lapisi dengan jaring – jaring yang terbuat dari besi. Saya kira tujuannya mungkin supaya atap tersebut tidak mudah dirusak oleh para monyet penghuni sangeh ini. Walaupun sekedar IMO, tapi masuk akal kan? siapa dulu :v

Pura di Sangeh

Dan yang terakhir yang pengen saya ceritakan adalah, ada sebuah pohon yang ditengahnya ada lubangnya, nama pohon ini adalah “Pohon Lanang Wadon”, yang saya kurang mengerti artinya, setahu saya “Lanang” itu adalah laki – laki, kalau “Wadon” ntahlah :). Di dekat pohon ini juga ada pelinggihnya lo :).

Pohon Lanang Wadon

Sekian yang dapat saya ceritakan tentang jalan – jalan saya ke objek wisata sangeh, ada yang pengen kesana? Monggo silahkan.

  • Nasirullah Sitam

    Kalau dulu di Bali, main ke Lembongan sama Bali Safari 🙂

    • kedua tempat itu memang populer gan…
      kalau Sangeh ini tidak sepopuler 2 tempat itu…