Sedikit Tips Belanja Untuk Mencegah Penipuan Online

Berhubung sebelumnya saya kena penipuan online, kali ini saya pengen berbagi sedikit tips beberapa cara dan beberapa ciri – ciri orang yang pengen melakukan penipuan. Supaya teman – teman sekalian tidak kena penipuan online tetapi kalianlah yang nantinya bakal menipu, eh bukan begitu maksudnya. Oke biar gak panjang – panjang (karna udah habis topik bahasan) kita langsung aja menuju topiknya ya.

Stop Penipuan Online

Ciri – ciri orang yang patut dicurigai bakal melakukan penipuan online berdasarkan pengalaman saya pribadi, bukan pengalaman kalian, bapak kalian maupun kakek kalian. Yups sebagai berikut:

  1. Orangnya bakal ramah sekali sepertinya dia memang orang baik, misalnya dengan mereka mengucapkan salam – salam agama (kalian bisa cari contohnya sendiri, biar disini tidak ada unsur SARA-nya).
  2. Sehabis kalian deal dalam pembelian suatu barang, dia bakal menawarkan anda kembali barang – barangnya dan untuk membuat anda tertarik dia bakal memberikan anda diskon sehingga nominal uang yang akan anda transfer bisa bertambah.
  3. Si penjualnya biasanya juga ngebet, dia bakal ngusahain bakal terjadi transaksi hari ini, dengan berbagai alasan atau bahkan dia bakal ngasik diskon jika anda melakukan transaksi hari itu juga.
  4. Harga barang yang ditawarkan sangat jauh lebih murah dari harga yang beredar dipasaran. Kalau bekas mungkin gak apa – apa, bagaimana kalau baru?

Jika anda sudah membaca hal – hal diatas dan salah satunya atau salah duanya ada pada ciri – ciri si penjual yang akan anda beli barang/ jasanya. Silahkan mengikuti tips – tips dibawah ini ya.

  1. Jika dia menyediakan alamat, maka cek terlebih dahulu apakah alamatnya memang benar – benar ada, atau dia memakai alamat orang lain pada search engine, contohnya di google aja deh :).
  2. Cek dulu dimana aja dia berjualan, dengan cara search di google menggunakan no hape, alamat, atau id-nya. Kalau sudah liat reputasinya. Jika memang dia penipu dan kalian beruntung bisa aja ketemu artikel atau positngan yang ngebahas tuh penipu.
  3. Nah kalau yang ini tips dari temen saya, mending pakai jasa rekber (rekening bersama) kalau udah sedikit curiga sama sellernya. *maaf saya belum pernah pakai rekber jadi gak bisa ngejelasin lebih detail 🙂

Oke segitu dulu tips dari saya, saya ingatkan ini belum tentu 100% benar, jadi gunakan ini sebagai referensi saja. Karena ini cuma berdasarkan pengalaman saya, bukan melalui survey dari beberapa orang yang pernah ngalamamin penipuan, supaya gak nanti saya dibilang mengada – ngada gitu. Saya cuma berbagi pengalaman, dan jadilah pembaca yang cerdas :).